Posted by : Edogawa-Chan Senin, 28 April 2014



Namanya Jessey, dia pindahan dari Papua. Dia pindah karena orangtuanya ada urusan pekerjaan di luar Papua, karena Jessey baru SMP jadi dia ikut orangtuanya. Jessey sebenarnya anak yang baik, tapi karna dia sedikit berbeda dari yang lain dia menjadi bahan olok-olok anak lain. Aku merasa iba melihatnya diolok-olok anak lain, dan setiap dia sedih dia selalu merenung sendiri di bawah pohon soga di belakang sekolah. Aku selalu mengikutinya dan menenangkannya, dan aku kagum padanya, walaupun diolok-olok setiap hari dia tetap tersenyum bahkan membuat lelucon untuku dan tidak merasa dendam pada orang yang telah menyakitinya. Aku memberinya julukan “Si Hitam Berhati Putih”, dan mulai saat itu aku menjadi teman baiknya.

          Aku terkejut karena rumah Jessey berada satu perumahan dengan rumahku. Karena itu pertemananku dengan Jessey semakin dekat dan kamipun menjadi sahabat. Kami selalu mengerjakan pr bersama kadang dirumah Jessey kadang dirumahku. Sebelum ada Jessey rumahku selalu sepi karena orangtuaku selalu berangkat pagi-pagi dan pulang larut malam, dan karena aku anak tunggal jadi hanya ada aku dan dan pembantu dirumah. Pastinya seseorang punya kelemahan masing-masing, kelemahanku pada pelajaran bahasa, dan kelemaha Jessy pada pelajaran-pelajaran yang menggunakan rumus hitung.
Saat disekolah karena aku dan Jessey selalu membawa bekal, kami selalu memakan bekal kami bersama di bawah pohon soga dibelakang sekolah. Kami menyukai tempat itu karena keadaannya tenang, nyaman, dan sejuk. Jika ada tugas yang diberikan guru sebelum jam istirahat kamu kadang juga langsung mengerjakannnya disitu sambil memakan bekal.
          Suatu hari anak perempuan paling populer di sekolah namanya Finka dan teman-temannya, datang menemuiku dan tiba-tiba mengajakku bergabung dengan mereka. Aku menerimanya, apa salahnya mencoba berteman dengan mereka, walaupun meraka pernah menjahiliku. Lama-kelamaan aku, Finka, dan teman-temannya semakin dekat dan tanpa kusadari persahabatanku dengan Jessey semakin renggang dan kami sudah jarang bermain bersama lagi. Tidak terasa juga aku di sekolah tidak bersama Jessey selama lima hari dan bermain dengan Finka dan teman-temannya.
          Suatu hari Jessey mengajakku untuk belajar bersama lagi dirumahnya, aku menolaknya karena aku sudah ada janji dengan Finka dan teman-temannya untuk belajar dirumah Finka. Jessey bisa menerimanya dan terlihat sedikit sedih, lalu dia pamit untuk pulang. Aku tidak terlalu memikirkan masalah itu dan langsung pergi kerimah Finka. Di perjalanan aku teringat ekspresi Jessey, dan aku merasa bersalah karena aku sudah menolak ajakannya tiga kali untuk minggu ini. Dulu aku selalu mengiyakan ajakan Jessey untuk belajar bersama.
          Keesokan harinya disekolah kulihat Jessey tidak seceria dulu, walaupun dia masih menyapaku waktu aku datang kesekolah. Aku berniat minta maaf padanya nanti saat jam istirahat. Waktu jam istirahat aku mencarinya dikantin, taman, sampai lapangan tapi tetap tidak menemukannya. Aku teringat dulu aku dan Jessey selalu makan berdua di bawah pohon soga dibelakang sekolah saat istirahat. Aku segera berlari ke belakang sekolah, dan benar aku menemukannya sedang termenung dibawah pohon soga dan hanya mengaduk-aduk bekalnya. Aku minta maaf padanya, kukira dia akan marah, tapi dia memaafkanku dan memperlihatkan senyuman terbaiknya didepanku. Aku senang melihatnya tersenyum lagi dan langsung memeluknya. Selama ini aku tidak pernah memiliki teman yang sangat mengerti keadaan temannya. Aku benar-benar beruntung punya sahabat sepertinya.
Mulai saat itu aku dan Jessey menjadi sahabat baik lagi, bahkan persahabatan kami lebih erat dari sebelumnya. Dan baru kusadari kalau Finka dan teman-temannya mengajakku bergabung berama mereka dulu hanya untuk mengucilkan Jessey. Aku merasa sedih mendengarnya dan merasa bersalah. Tapi akhirnya Finka dan teman-temannya minta maaf dan berjanji tidak akan mengolok-olok Jessey lagi. Aku pegang janji mereka. Akhirnya aku, Jessey, Finka, dan yang lainnya menjadi teman.

Leave a Reply

Subscribe to Posts | Subscribe to Comments

- Copyright © My Story, My Life - Skyblue - Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -